Foto: Ilustrasi
Kebersihan
drainase sangat diperlukan dalam rangka mencegah penyakit, terlebih saat ini
ditengah pandemi Covid-19, aspek kesehatan perlu mendapat perhatian dari semua
pihak.
Dalam
artikel ini, penulis mencoba membahas dan memberikan edukasi kepada masyarakat
tentang bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan drainase secara benar. Terlebih
drainase seringkali dilalaikan oleh masyarakat, apalagi di rumah-rumah warga
dengan penduduk padat.
Drainasemerupakan suatu
infrastruktur yang sengaja di bangun untuk di manfaatkan sebagai saluran
pembuangan air di sebuah wilayah, kampung, daerah atau kota. Drainase biasanya di
sediakan oleh pemerintahan daerah, drainase di manfaatkan sebagai media
perantara pembuangan air yang berlebih di lingkungan, atau pembuangan dari
hasil kebutuhan kehidupan manusia sehari-hari.
Drainase di fungsikan sebagai
saluran pembuangan air yang berlebih/yang tidak di perlukan pada suatu
lingkungan agar lingkungan atau lahan dapat di manfaatkan secara optimal.
Saluran drainase juga di harapkan dapat menjaga kebersihan, kenyamanan, dan
lingkungan yang sehat.
Dari pembangunan/perencanaan
drainase di sebuah daerah tentunya akan menghasilkan dampak baik terhadap
lingkungan dan masyarakat, manfaat yang dapat di timbulkan dari perencanaan
drainase di antaranya:
1. Mengurangi
luapan air yang berlebih dari suatu kawasan/lahan.
2. Drainase
dapar mengendalikan air yang ada di permukaan. Untuk memperbaiki daerah becek,
genangan, banjir.
3. Dapat mengendalikan
erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan.
4. Menurunkan
permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.
5. Mengendalikan
air hujan demi meminimalisir terjadinya banjir.
Drainase dapat di bedakan atas
beberapa macam mulai dari terbentuknya, letak perencanaan, berdasarkan fungsi,
dan berdasarkan kontruksinya.
Proses
terbentuknya
Berdasarkan proses
terbentuknya drainase dapat di bedakan atas :
1.
Drainase alamiah
Drainase alamiah merupakandrainase yang terbentuk secara alami yang tidak terdapat
fasilitas/bangunan-bangunan penunjang, seerti sungai kecil yang terbentuk oleh
pergerakan air
2.
Drainase buatan
Drainase
buatan merupakan drainase yang di buat atau di rencanakan dengan tujuan-tujuan
tertentu. Pada jenis drainase ini pastinya telah membutuhkan material-material
pasangan batu/beton, gorong-gorong, pipa, dan material lainnya dalam proses
pengenjaannya.
Letak
perencanaan
Berdasarkan letak
perencanaannya drainase dapat di bedakan atas :
1.
Drainase permukaan tanah
Drainase permukaan tanah ini merupakan
saluran air yang berda di atas permukaan tanah. Yang memiliki fungsi
mengalirkan iar limpasan permukaan dari lingkungan sekitar (jenis drainase ini
umumnya di manfaatkan di pinggir jalan, atau pemukiman).
2.
Drainase bawah permukaan tanah
Drainase ini di bangun di
bawah tanah sebagai saluran air limpasan dari permukaan, umumnya saluran ini
menggunakan pipa-pipa (contoh dari pemanfaatan drainase ini biasanya di
manfaatkan pada lapangan sepak bola, area lapangan lepas landas, taman dan
lain-lain).
Berdasarkan
fungsinya
Berdasarkan fungsi drainase
dapat di bedakan atas :
1.
Single purpose
Saliran ini di fungsikan
sebagai pembuangan satu jenis air buangan saja. Seperti penyaluran air hujan,
atau saluran pembuangan limbah industry.
2.
Multi purpose
Saluran pembuangan iar yang di
fungsikan sebagai media pembuangan iar dengan beberapa jenis air buangan secara
bercampur atau secara bergantian.
Berdasarkan
kontruksinya
Di lihat dari jenis atau
proses kontruksinya drainase dapat di bedakan atas :
1. Saluran
drainase terbuka
Saluran ini sangat cocok untuk
saluran air di daerah yang memiliki tingkat curah hujan yang tinggi, biasanya
saluran dranase jenis ini di buat pada wilayah yang memiliki luasan yang cukup
2. Saluran
drainase tertutup
Saluran ini di manfaatkan pada
saluran iar yang kotor atau yang dapat menimbulkan dampak yang tidak baik pada
lingkungan dan kesehatan.
Gangguan
terhadap kesehatan
Pemanfaatan drainase di
lingkungan memiliki manfaat terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, dan
terdapat beberapa dampak negative terhadap kesehatan yang di akibatkan oleh
saluran drainase yang tidak baik, di antaranya :
1.
Penyakit
Penyakit yang dapat di
timbulkan dari genangan air yang kotor yang mengandung bakteri,virus dan
parasite. Genangan air kotor ini dapat menyebabkan penyakit kulit, pencernaan,
muntah-muntah atau diare. Cryptosporidium, Giardian, E Coli, dan Salmonella
beberapa jenis kuman yang dapat mencemari air yang dapat mennyebabkan gangguan
perut.
2.
Infeksi kulit
Penyakit
infeksi yang dapat terjadi pada kulit di akibatkan oleh bakteri-bakteri yang
terdapat pada air kotor atau air genangan yang tidak tersalurkan dengan baik,
yang mengenai kulit yang sensitive atau kulit yang luka.
3.
Penyakit
yang di tularkan oleh nyamuk
Genangan air yang di akibtkan
oleh saluran drainase yang baik akan menfasilitasi perkembangan nyamuk di
lingkungan masyarakat, di mana nyamuk-nyamuk
yang berkembang dapat membawa penyakit seperti zika, demam berdarah, dan
pnyakit lainnya.
4.
Hepatitis
Hepatitis dapat menyebar
melalui beberapa hal di antara melalui hubungan sek, selain melalui hubungan
sek penyakit hepatitis juga dapat menyebar dengan air kotor yang telah
terkontaminasi. Hepatitis A dan E, dapat menjadi bahaya di lingkungan yang
kotor.
Oleh :
M. Ridho,NIM170160064,
MahasiswaProgram StudiTeknik Arsitektur Universitas Malikussaleh,
Aceh Utara, dan
Mursalin,
S.Pd., M.Pd., Dosen Pembimbing KKN, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara.
Email: m ridho.170160064@mhs.unimal.ac.id



