Home /Opini

Sabtu, 14 November 2020 - 19:20 WIB

Pentingnya Membangun Septic Tank dengan Baik

 

Foto: Ilustrasi

Septic tank adalah media yang bersifat kedap air yang bisa terbuat dari
beton plastik atau bahan-bahan lainnya,
yang berfungsi sebagai media tampung dari pembuangan limbah Wc yang memiliki
aliran air renda, di dalam bak septic tank terjadi pengendapan suspensi
benda-benda pada dan penguraian bahan organik oleh bakteri yang kemudian akan
membentuk bahan larut air dan gas dalam waktu tertentu. 

 

Septic tank yang biasa di jumpai
umumnya terbuak dari beton bertulang dan pasangan bata. Yang memiliki aliran
masuk dan keluar, di mana aliran masuk di hubungkan dengan pipa antara septic
tank dan Wc, yang biasanya posisi pipa yang mengarah ke septic tank lebih
rendah atau memiliki kemiringan ke arah septic tank. 

 

Sedangkan aliran keluar juga di
hubungkan dengan pipa antara septic tank dengan bak resapan, di mana posisi
pipa juga haruslah di pasang miring atau lebih rendak ke arah bak resapan. Jadi
posisi wc,bak septic tank dan bak resapan memiliki posisi yang berbeda, di mana
wc lebih tinggi posisinya di bandingkan bak septic tank dan bak septic tank
harus lebih tinggi dari bak resapan. Selain itu septic tank juga memiliki pipa
saluran udara, yang di fungsikan sebagai pasokan udara yang di butuhkan kuman
untuk proses penguraiaan dan agar gas yang di hasilkan oleh penguraiaan dapat
keluar dan tidak menimbulkan kerusakan pada septic tank. 

 

Dalam pembangunan sebuah septic tank
haruslah memenuhi standar yang telah di tetapkan dalam SNI : 03-2398-2002
mengenai perencanaan septic tank menggunakan bak resapan, dalam peraturan ini
ada beberapa standar penggunaan septic tank yang baik yaitu di antaranya :

 

Baca juga  Ramadhan, Momentum Persatuan dan Kemanusiaan

Ukuran dan fasilitas daya tampung septic
tank

Untuk mengetahui dimensi dari septic
tank yang akan di buat maka terlebih dahulu harus d ketahui pengguna atau
pelakunya. Berdasarkan standar jika penggunanya 5 orang maka septic tank harus
terdiri dari ruang basah 1,2 m3, ruang lumpur 0,45m3, dan ruang ambang bebas0,4
m3 dengan panjang 1,6 m, lebar 0,8 m dan tinggi 1,6 m. dan adapun periode
pengurasan endapan tangka di perkirakan paling lambat 3 tahun.

 

Jarak antara peletakan septic tank
dengan bangunan

  • Jarak septic tank dan bidang resapan ke
    bangunan 1,5 M
  •  Jarak septic tank ke sumur air bersih 10
    – 15 M
  • Jarak antara septic tank dengan sumur
    resapan air hujan 5 M

 

Saat ini pada umumnya peletakan septic
teng sudah sangat tidak teratur yang di akibatkan oleh beberapa hal di antara
nya pengetahuan masyarakat dan keterbatasan lahan. Berdasarkan aturan ini dan
standar, bangunan tangka juga harus kuat, tahan terhadap asam dan kedap air.

 

Bak septic tank
terbagi atas dua bagian yang pertama di pungsikan sebagai media tampungan
pertama yang akan mengendapkan hasil penguraiaan (tinja), dan air kotor yang
ada di tampungan pertama akan berpindah secara berlahan ke bagian ke dua, di
bagian kedua air kotor akan di alirkan ke bak resapan yang nantinya akan
tersalurkan ke tanah setelah proses penyaringan di bak resapan. Di dalam bak
resapan terdapat beberapa media yang akan di sediakan sebagai saringan sebelum air
kotor di buang atau di salurkan ke tanah. Dimana saringan yang di sediakan
iyalah lapisan ijuk dan kerikil.

 

Baca juga  Optimalisasi Pemanfaatan Drainase Secara Benar

Penggunaan septic tank
akan berdampak baik terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Di mana
pemanfaatan septic tank yang tidak baik atau bahkan tidak sama sekali
menggunakan septic tank akan menimbulkan beberapa dampak buruk bagi kesehatan
dan lingkungan masyarakat, dalam limbah (tinja) mengandung beberapa bakteri dan
kuman-kuman penyakit yang dapat mengancam kesehatan dan lingkungan di antaranya:

 

Mikroba

Sebagaimana
diketahui bahwa
tinja terdapat miliaran mikroba, di antaranya tergolong ke
dalam mikroba pathogen seperti bakteri Salmonela typhi penyebab demam tifus,
bakteri vibrio cholarea menyebabkan penyakit kolarea, virus penyebab hepatits
A, dan virus penyebab volio. Di Indonesia terdapat 800 kasus per 100.000 jiwa
menderita penyakit tifus yang di sampaikan oleh BAPPENAS.

 

Telur cacing

Seseorang yang
cacingan akan menghasilkan tinja yang mengandung rubuan telur cacing yang siap
menular ke orang lain. Sebagian besar cacing yang umum tumbuh di tubuh manusia
iyalah cacing cambuk, cacing gelang, cacing tambang, dan keremi.penyakit
cacigan ini umumnya banyak di derita oleh balita.

 

Nutrient

Senyawa ini dapat
memcu pertumbuhan ganggang, yang dapat mengakibatkan warna air menjadi
hijau ganggang menyebabkan oksigen yang
ada di dalam air jadi habis yang kan mengakibatkan hewan dan tumbuhan air jadi
mati. 

 

Oleh :

M. Ridho,NIM170160064,
Mahasiswa
Program StudiTeknik Arsitektur Universitas Malikussaleh,
Aceh Utara, dan

Mursalin,
S.Pd., M.Pd
., Dosen Pembimbing KKN, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara.

Email:
m ridho.170160064@mhs.unimal.ac.id

Share :

Baca Juga

Opini

Optimalisasi Pemanfaatan Drainase Secara Benar

Analisis

Selamat Datang di Portal Lagena

Opini

Ramadhan, Momentum Persatuan dan Kemanusiaan

Opini

Bulan Ramadhan Sebagai Madrasah Intelektual