<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Esai &#8211; DIKARA NEWS</title>
	<atom:link href="https://news.dikara.org/category/esai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://news.dikara.org</link>
	<description>Media Berita Online</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2020 18:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>
	<item>
		<title>Kiat Jitu Guru Cerdas Menumbuhkan Motivasi Belajar pada Siswa</title>
		<link>https://news.dikara.org/kiat-jitu-guru-cerdas-menumbuhkan-motivasi-belajar-pada-siswa/</link>
					<comments>https://news.dikara.org/kiat-jitu-guru-cerdas-menumbuhkan-motivasi-belajar-pada-siswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 18:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.dikara.org/2020/11/26/kiat-jitu-guru-cerdas-menumbuhkan-motivasi-belajar-pada-siswa/</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Foto: Penulis (Sri Wahyuni, S.Pd.I) &#160;Oleh&#160; Sri Wahyuni, S.Pd.I. Guru MAN 6 Aceh Utara Selamat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" style="margin-left: auto; margin-right: auto;">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzpqRWdo48uA286Q1Di6gbnArbA-sXDBBnClOJlxvisav4hhX3agufxbmJQLavx8NEqedgLl52-4X5wMlUXEo1hsE0z4sdTRtJH9PTCqmwGzdaQd6k-hWf0Bi5b51lbr87r1tNQAlD6EmF/s450/IMG-20201126-WA0006.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img fetchpriority="high" decoding="async" border="0" data-original-height="450" data-original-width="300" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzpqRWdo48uA286Q1Di6gbnArbA-sXDBBnClOJlxvisav4hhX3agufxbmJQLavx8NEqedgLl52-4X5wMlUXEo1hsE0z4sdTRtJH9PTCqmwGzdaQd6k-hWf0Bi5b51lbr87r1tNQAlD6EmF/w426-h640/IMG-20201126-WA0006.jpg" width="426" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">Foto: Penulis (Sri Wahyuni, S.Pd.I)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></p>
<p>&nbsp;<b>Oleh&nbsp; Sri Wahyuni, S.Pd.I.</b></p>
<p>Guru MAN 6 Aceh Utara</p>
<div dir="auto">
<div dir="auto"></div>
<div style="text-align: center;"><b>Selamat Hari Guru Nasional Ke-75 Tahun 2020</b></div>
<div dir="auto">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Guru<br />
 merupakan profesi mulia dituntut memiliki kecakapan dalam mengajar<br />
secara profesional. Selain harus menguasai materi pembelajaran yang baik<br />
 guru juga harus mampu mendesain model pembelajaran serta memberikan<br />
motivasi belajar yang baik bagi siswa.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Motif adalah<br />
 daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu,<br />
atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk<br />
 memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Sedangkan<br />
 motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi<br />
perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai<br />
tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong<br />
tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;<span><a name='more'></a></span></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Dengan<br />
 ’’motif’’ dimaksud segala daya yang mendorong seorang anak tidak<br />
berbuat seperti seharusnya, maka harus diselidiki apa sebabnya.<br />
Sebab-sebab ini sering bermacam-macam, mungkin ia tak sanggup, sakit,<br />
lapar, benci, kepada pekerjaan atau kepada guru, tak pandai belajar,<br />
sibuk dengan pekerjaan lain, dan sebagainya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Dengan<br />
 motivasi dimaksud usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi<br />
sehingga anak itu mau, ingin melakukannya. Bila ia tidak suka, ia akan<br />
berusaha untuk mengelakkannya. Anak-anak akan giat mengangkat batu untuk<br />
 mendirikan benteng dalam permainan perang-perangan, tetapi mereka tidak<br />
 sudi menggeser sebuah batu pun kalau pekerjaan itu tak menarik, kecuali<br />
 dengan paksaan dan pengawasan. Anak yang mempunyai inteligensi tinggi<br />
mungkin gagal dalam pelajaran karena kekurangan motivasi. Hasil yang<br />
baik tercapai dengan motivasi yang kuat. Anak yang gagal tak begitu saja<br />
 dapat dipersalahkan. Mungkin gurulah yang tak berhasil memberi motivasi<br />
 yang membangkitkan kegiatan pada anak.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Memberi<br />
motivasi bukan pekerjaan yang mudah. Motivasi yang berhasil bagi seorang<br />
 anak atau suatu kelompok mungkin tak berhasil bagi anak atau kelompok<br />
lain.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Menurut seorang ahli ilmu jiwa dalam motivasi<br />
 ada suatu hierarki, yaitu motivasi itu mempunyai tingkatan-tingkatan<br />
dari bawah sampai ke atas yakni:</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">1.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, kebutuhan akan istirahat, dan&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">sebagainya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">2.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Kebutuhan akan keamanan, (security), yakni rasa terlindung, bebas dari takut dan kecemasan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">3.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Kebutuhan akan cinta dan kasih: rasa diterima dan dihargai dalam suatu kelompok ( keluarga, sekolah, teman sebaya ).</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">4.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Kebutuhan<br />
 untuk mewujudkan diri sendiri, yakni mengembangkan bakat dengan usaha<br />
mencapai hasil dalam bidang pengetahuan, sosial, pembentukan pribadi.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><span style="white-space: pre-wrap;">	</span>&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Suatu<br />
 hal yang penting ialah, bahwa motivasi pada setiap tingkat yang di atas<br />
 hanya dapat dibangkitkan apabila telah dipenuhi tingkat motivasi di<br />
bawahnya. Bila kita ingin anak belajar dengan baik ( tingkat 5 ), maka<br />
haruslah terpenuhi tingkat (1) s/d (4). Anak yang lapar, merasa tak<br />
aman, yang tak dikasihi, yang tak diterima sebagai anggota masyarakat<br />
kelas, yang guncang harga dirinya, tidak akan dapat belajar dengan baik.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Motivasi<br />
 dapat timbul dari dalam individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh,<br />
 dari dalam dan dari luar dirinya. Hal ini akan di uraikan sebagai<br />
berikut:</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">a.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Motivasi Intrinsik</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Jenis<br />
 motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri<br />
tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri.<br />
 Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan<br />
ingin menjadi orang berguna bagi agama, nusa, bangsa, dan negara. Oleh<br />
krena itu, ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain.&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">b.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Motivasi Ekstrinsik</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Jenis<br />
 motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah<br />
karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga<br />
dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau<br />
belajar. Misalnya anak mau belajar karena di suruh oleh orang tuanya<br />
agar mendapat peringkat pertama di kelasnya.&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Bila<br />
seorang belajar untuk mencari penghargaan berupakan angka, hadiah,<br />
diploma, sarjana dan sebagainya, ia didorong oleh motivasi eksintrik,<br />
oleh sebab itu tujuan – tujuan itu terletak di luar perbuatan itu, yakni<br />
 tidak terkandung di dalam perbuatan itu sendiri. “The goal is<br />
artificially introduced”. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam<br />
kegiatan. Anak – anak didorong oleh motivasi intrinsik, bila mereka<br />
belajar agar lebih sanggup mengatasi kesulitan – kesulitan hidup, agar<br />
memperoleh pengertian, pengetahuan, sikap baik, penguasaan kecakapan.<br />
Hasil – hasil itu sendiri telah merupakan hadiah.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">“The<br />
 reward of a thing well done is to have done it” (Emerson). Ganjaran<br />
bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. Jadi<br />
motivasi ekstrinsik disini tidak perlu.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Akan tetapi<br />
 di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka – angka,<br />
pujian, ijazah, kenaikan tingkat, celaan, hukuman, dan sebagainya.<br />
Motivasi ekstrinsik dipakai oleh sebab pelajaran – pelajaran sering<br />
tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk<br />
membangkitkan minat anak.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><b><span style="font-family: inherit;">Manfaat Motivasi</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><span style="white-space: pre-wrap;"></span>Tensing<br />
 dan Hillary rela menderita susah payah untuk mencapai puncak Mount<br />
Everest. Tukang becak mendayung becak di panas terik atau hujan lebat<br />
membawa muatannya melalui jalan yang mendaki. Pemain bulu tangkis<br />
berlatih berjam-jam lamanya setiap hari untuk menghadapi pertandingan<br />
internasional. Pelajar mengurung dirinya dalam kamar untuk menyiapkan<br />
dirinya menempuh ujian. Di belakang setiap perbuatan kita terdapat suatu<br />
 motivasi yang mendorong kita melakukannya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><span style="white-space: pre-wrap;"></span>Juga<br />
 untuk belajar di perlukan motivasi ’’Motivasion is an essential<br />
condition of learning’’. Hasil belajar pun banyak di tentukan oleh<br />
motivasi. Makin tepat motivasi yang kita berikan, makin berhasil<br />
pelajaran itu. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><span style="white-space: pre-wrap;"></span><b>Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang.</b></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Setiap<br />
 motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Tensing dan Hillary<br />
mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia untuk menaklukan puncak<br />
tertinngi itu. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk mencari<br />
nafkah bagi anak isterinya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Motivasi mempunyai tiga fungsi:</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">a)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">b)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">c)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Menyeleksi<br />
 perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus di<br />
jalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu, dengan menyampingkan<br />
perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan itu. Seorang yang<br />
betul-betul bertekad menang dalam pertandingan, tak akan menghabiskan<br />
waktunya bermain kartu, sebab tidak serasi dengan tujuan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Dalam<br />
 bahasa sehari-hari motivasi dinyatakan dengan: hasrat, keinginan,<br />
maksud, tekad, kehendak, cita-cita, keharusan, kesediaan, dan<br />
sebagainya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Hubungan antara guru dan motivasi</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><span style="white-space: pre-wrap;"></span>Pengetahuan<br />
 tentang timbulnya motivasi belajar serta hambatan belajar memperoleh<br />
makna pedagogis yang istimewa, apabila dipertimbangkan dua hal berikut<br />
ini:</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">1.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Penyebab<br />
 utama timbulnya pengukuhan positif maupun negatif, atau dengan<br />
perkataan lain pengalaman berhasil atau gagal bukanlah pada suatu&nbsp;<br />
&nbsp;fenomena alam yang misterius, melainkan pada pengajar.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">2.<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Perkiraan<br />
 akan gagal dan hambatan belajar di peroleh dalam proses interaksi<br />
sosial yang buruk kondisinya. Karena itu umumnya dapat dilenyapkan lagi<br />
dengan mengadakan kondisi belajar yang baik.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Dengan<br />
 lain perkataan, pengajar dapat sangat mempengaruhi perkembangan<br />
motivasi dengan jalan membentuk corak pengajarannya secara selaras serta<br />
 melalui bentuk-bentuk perilaku tertentu dalam interaksi yang<br />
berlangsung antara dirinya dan pengajar. Dengan begitu timbul<br />
pertanyaan, Bagaimanakah seharusnya sikap pengajar agar mendorong<br />
timbulnya motivasi belajar? Untuk menjawabnya, di perhatikan berbagai<br />
aspek:</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&#8211;<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Perilaku yang memperkukuh perilaku belajar,</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&#8211;<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>’’ Teknik-teknik motivasi’’ khusus untuk pengajar,</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&#8211;<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Gaya interaksi sosial dalam proses mengajar dan belajar pada umumnya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Pengaruh motivasi terhadap keberhasilan siswa :&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">1)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Mendorong pengukuhan positif pada diri siswa.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">2)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Merangsang aktivitas belajar secara mandiri</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">3)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar pula motivasi dalam melakukan suatu perbuatan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">4)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Membantu murid untuk menyadari kelebihan dan kelemahan diri sendiri.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">5)<span style="white-space: pre-wrap;">	</span>Mendorong siswa menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri.&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit;">Demikianlah<br />
 ulasan singkat ini semoga bermanfaat bagi para guru dalam menumbuhkan<br />
motivasi belajar pada siswa. Sehingga proses belajar mengajar di kelas<br />
berjalan dengan baik serta mencapai tujuan yang diharapkan. Karena<br />
pendidikan merupakan senjata paling ampuh untuk mengubah peradaban<br />
sebuah bangsa menuju ke arah yang lebih baik. Guru adalah pilar kemajuan<br />
 bangsa yang mendidik generasi muda menjadi manusia yang andal untuk<br />
masa yang akan datang.</span></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">DAFTAR PUSTAKA</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Nolker, Helmut dan Eberhard Schoenfeldt. 1988. Pendidikan Kejuruan. Jakarta : PT Gramedia.&nbsp;</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">NK, Roestiah. 1994. Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem. Jakarta : Rineka Cipta.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Guru Profesional dan dari berbagai sumber yang akurat.</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://news.dikara.org/kiat-jitu-guru-cerdas-menumbuhkan-motivasi-belajar-pada-siswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Sastra Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Antara Tantangan dan Harapan</title>
		<link>https://news.dikara.org/pendidikan-sastra-berbasis-kearifan-lokal-di-aceh-antara-tantangan-dan-harapan/</link>
					<comments>https://news.dikara.org/pendidikan-sastra-berbasis-kearifan-lokal-di-aceh-antara-tantangan-dan-harapan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 18:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://news.dikara.org/2020/11/26/pendidikan-sastra-berbasis-kearifan-lokal-di-aceh-antara-tantangan-dan-harapan/</guid>

					<description><![CDATA[Foto: Penulis (Hamdani, S.Pd) &#160; Oleh Hamdani, S.Pd. *Guru SMAN 1 Lhokseumawe &#160; Selamat Hari Guru...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" style="margin-left: auto; margin-right: auto;">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo2LoGZj3R6oDUJ2YCCrxiHlUhBkSq8_eWiz_pkRhKL2tLMJOBiSGyWxZ_Idu030sWyvUG8B_ire7kBkAbjqiSa9izFa5CGDGocAZgi0NsbJV3cQOX6SAEGxG4h1eu7qiU8zylGI1WDbs4/s399/IMG-20201125-WA0007.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img decoding="async" border="0" data-original-height="399" data-original-width="300" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo2LoGZj3R6oDUJ2YCCrxiHlUhBkSq8_eWiz_pkRhKL2tLMJOBiSGyWxZ_Idu030sWyvUG8B_ire7kBkAbjqiSa9izFa5CGDGocAZgi0NsbJV3cQOX6SAEGxG4h1eu7qiU8zylGI1WDbs4/w482-h640/IMG-20201125-WA0007.jpg" width="482" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">Foto: Penulis (Hamdani, S.Pd)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: center;">&nbsp;</p>
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Oleh<br />
Hamdani, S.Pd.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">*Guru<br />
SMAN 1 Lhokseumawe</span></p>
<p align="center" style="margin-bottom: 0cm; text-align: center;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"></span></p>
<p align="center" style="margin-bottom: 0cm; text-align: center;"><b style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></b></p>
<p align="center" style="margin-bottom: 0cm; text-align: center;"><b style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Selamat<br />
Hari Guru Nasional Ke-75 Tahun 2020</span></b></p>
<p align="center" style="margin-bottom: 0cm; text-align: center;"><b style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></b></p>
<p align="center" style="margin-bottom: 0cm; text-align: center;"><b style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"><a name="_GoBack"></a></span></b></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Pendidikan<br />
merupakan modal utama kemajuan sebuah bangsa, sebagai pilar penting dalam<br />
membangun peradaban bangsa. </span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Pendidikan </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">adalah</span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> suatu usaha<br />
mengalihkan pengetahuan, pengalaman, kecakapan, serta keterampilan yang<br />
dimiliki dari generasi tua kepada generasi muda secara terus menerus agar<br />
bermanfaat hidupnya, baik jasmani maupun rohani. Pendidikan dewasa ini harus<br />
disesuaikan dengan perkembangan zaman. </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">P</span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">ada </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">era</span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> modern dan<br />
teknologi seperti saat ini, siswa dituntut untuk lebih makin kreatif,<br />
berinisiatif, inovatif, mandiri, dan cerdas. Adapun hal-hal yang menjadi<br />
sasaran utama dalam </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">pembelajaran<br />
</span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">saat ini adalah sesuatu yang bersifat intelektual dan keterampilan. </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"></span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;<span></span></span></p>
<p><a name='more'></a></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Peran sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan<br />
yang membantu orang tua dalam mendidik anak-anaknya dituntut untuk selalu<br />
mengikuti tuntunan zaman tersebut. Artinya sekolah harus mampu untuk selalu<br />
menyesuaikan terhadap segala kemajuan yang ada pada masa-masa tersebut ataupun<br />
pada masa yang akan datang. </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"></span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Demikian pula dengan pembelajaran</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> Bahasa dan Sastra Indonesia seperti<br />
pembelajaran yang berupa materi puisi, cerpen, dan novel</span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">.<br />
Pembelajaran </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">sastra </span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">merupakan<br />
salah satu dari materi pelajaran </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Bahasa Indonesia </span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">di sekolah yang </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">harus lebih </span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">diprioritaskan</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">. Agar minat dan nilai pembelajaran<br />
sastra di sekolah lebih meningkat. </span><span lang="EN-US" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"><span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp;</span>Jadi, </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">hal tersebut merupakan tantangan yang sangat besar bagi guru<br />
dalam proses pembelajaran.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Padahal, pembelajaran sastra<br />
merupakan proses belajar yang sangat menarik karena siswa berhadapan dengan<br />
karya sastra yang unik seperti puisi, cerpen, dan novel. Karya sastra sebagai<br />
karya yang indah juga di dalamnya sarat dengan pesan moral yang berguna bagi<br />
pembaca. </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;">Karya sastra yang muncul ke ranah publik umumnya<br />
selalu dilihat dari dua sisi, yaitu nilai estetika dan pesan moral yang<br />
terkandung di dalam nya. Lalu wujud ini menjadi catatan atas peristiwa yang<br />
pernah mendera sebuah wilayah, dan penulis menjadi juru berita atas realita<br />
yang ada.<span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp; </span>Realitas musibah, kerugian<br />
harta benda, korban jiwa, dan tangis para korban.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;">Karya </span><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: NL;">sastra ternyata juga menjadi rekaman dokumenter sejarah<br />
peradaban manusia. </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;">penulis</span><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: NL;"> mencatat dan menuangkan berbagai tragedi memilukan dalam<br />
</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;">karya</span><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: NL;">nya. Lalu, </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;">sastra itu</span><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: NL;"> jadilah barang antik dan klasik yang menjadi bahan<br />
referensi bagi para penulis dan penikmat sejarah dalam sastra.</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"><br />
Melalui karya sastra penulis berekspresi menyuarakan bentuk duka citanya. Nilai<br />
estetika dengan kedalaman makna, bahkan metafora serta analogi lainnya terkait<br />
sejarah bencana adalah bagian tak dapat dipungkiri.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Di<br />
Aceh pada paruh waktu tahun 1990 sampai dengan 2020 banyak melahirkan karya<br />
sastra berbasis kearifan lokal Aceh. Yang berkonten sejarah leluhur, tokoh,<br />
latar, serta kejadian-kejadian yang akrab dengan lingkungan siswa yang tertuang<br />
dalam karya kearifal lokal. </span><i><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Lagu di Persimpangan<br />
Jalan </span></i><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-style: italic; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">adalah<br />
salah satu contoh dari sekian banyak buku sastra karya penulis Aceh yang<br />
mengandung kearifan lokal.</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"></span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Mahdi Idris,<br />
sebagai seorang penulis sekaligus guru telah menoreh karya yang begitu apik<br />
sehingga melahirkan sebuah buku yang layak dibaca bertajuk <i>Lagu di Persimpangan<br />
Jalan</i>. Dengan lincah dan mengalir deras di atas lembaran buku. Ia sangat<br />
lihai bercerita dengan suka duka, cinta dan air mata, sekaligus rindu akan<br />
tanah leluhurnya Aceh yang sarat budaya serta kearifan lokal yang mestinya<br />
dipelihara dengan baik. Kali ini ia bercerita dengan berpuisi. Puisi sebuah<br />
karya yang ringkas, namun sarat pesan moral.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><i><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></i></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><i><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Lagu di Persimpangan<br />
Jalan</span></i><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"> sebuah buku terbitan Dinas<br />
Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara tahun 2014 ini,<br />
diberikan pengantar oleh penulis Teuku Kemal Pasya yang ia ungkapkan dalam<br />
“Berpuisi, Meretas Jalan Sendiri”. Teuku Kemal Pasya berharap agar lahan<br />
kepenulisan Aceh harus tumbuh subur dalam areal menanam sastra seperti yang ia<br />
ungkapkap berikut ini “&#8230; di bidang puisi lebih menyedihkan. Lahan Aceh masih<br />
tandus dan rapuh,” Teuku Kemal Pasya prihatin dengan geliat puisi yang dihasilkan<br />
penulis berdarah Aceh kurang produktif. </span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Hal<br />
tersebut sesuai seperti kata-kata Mahdi Idris dalam puisi berikut:</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Akulah<br />
diri paling rapuh</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Berdiri<br />
perkasa </span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Halau<br />
badai raksasa</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Meski<br />
kekuatan tinggal sedepa </span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"><span style="mso-tab-count: 1;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">(Akulah Ranting, Mahdi Idris, hal 28)</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Atas keprihatinan Teuku Kemal Fasya di atas, lalu Mahdi Idris<br />
berangkat dengan semangat membara ke ladang satra menampakkan eksistensinya<br />
bahwa karya sastra penulis berlatar Aceh harus tumbuh subur dalam ladang kancah<br />
sastra nasional. Mahdi Idris dengan bukunya ingin menerangkan bahwa penulis<br />
Aceh memiliki buku yang berpotensi bersanding sejajar di rak buku dengan<br />
buku-buku nasional lainnya. </span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Dengan<br />
kehadiran Mahdi Idris dalam kancah sastra tanah air telah menambah literatur<br />
buku karya penulis Aceh dalam katalog Perpustakaan Nasional. Mahdi Idris sangat<br />
piawai bercerita melalui buku, karena ia berangkat dari seorang penceramah di<br />
masjid, mengajar di kampus, dan kali ini Mahdi Idris berceramah dalam sebuah<br />
buku. Tentu akan menambah nilai sebagai sosok seorang penulis sekaligus ustaz<br />
yang menjadi imam bagi penulis lainnya dalam menjadikan rujukan buku karya<br />
Mahdi Idris.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Untuk menambah<br />
corak buku sastra kearifan lokal telah terbit pula antologi puisi berjudul <i>Catatan<br />
Zulia</i> boleh sibebut sebagai sebuah karya yang lahir dari hasil perjalan<br />
sang musafir penyair Zab Bransah. Mahdi idris selaku editor buku ini menulis<br />
dalam pengantarnya Catatan Zulia; Membaca Sajak Kerinduan memaparkan bahwa<br />
puisi merupakan bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya<br />
makna. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama<br />
yang terkandung dalam karya sastra tersebut. Puisi menggunakan bahasa yang<br />
ringkas, namun maknanya sangat kaya. Kata-kata yang digunakan adalah kata-kata<br />
konotatif, yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Dorongan<br />
menulis puisi muncul dalam diri seorang penyair tidak datang begitu saja dari<br />
dunia tak dikenal, akan tetapi datang dari sebuah pengalaman yang dihayati<br />
secara total. Pengalaman yang dimaksud adakala disebut sebagai pengalaman<br />
puitik, yang sumbernya berasal dari pengalaman fisik maupun dari pengalaman<br />
metafisik dalam pengertian yang seluas-luasnya (Soni dalam Zab Bransah,<br />
2018:vii).</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Hal tersebut<br />
menjadi sebuah acuan bahwa begitupun puisi-puisi yang ditulis Zab Bransah dalam<br />
buku Catatan Zulia merupakan hasil dari sebuah perlajalanan yang panjang dan<br />
berliku. Dari hasil perenungan yang mendalam Zab Bransah menuangkan berbagai<br />
pengalaman hidupnya dalam sajak-sajak yang ditulisnya..</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Zulia adalah<br />
metafora yang digunakan Zab Bransah untuk seseorang yang ia rindukan, ia<br />
cintai, sekaligus yang ia benci. “Zulia adalah metafora, kiasan, Zulia adalah<br />
sosok siapa saja yang mencintai perdamaian, sosok yang merindukan persaudaraan,<br />
Zulia itu gambaran rindu, cinta, dan kasih sayang antar sesama manusia.<br />
Persaudaraan dan perdamaian yang dirindukan oleh semua orang.”</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Antologi<br />
sehimpun sajak <i>Catatan Zulia</i> merupakan gambaran rindu, cinta, dan<br />
keprihatinan pada tanah kelahiran. Suasana dilema perasaan batin sang penyair<br />
yang ia ungkapkan dalam larik-larik yang puitis dan menggugah perasaan para<br />
pembaca. Perasaan kerinduanya pada tanah kelahiran Zab Bransah tuangkan dalam<br />
sebuah puisi berjudul “Pulang 1” sebagai berikut:</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Langkahku malam<br />
ini</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">merindukan<br />
kembali pada tanah kelahiran</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">jalan masih panjang<br />
menapaki diri</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">pada<br />
malam-malam semakin menepi pada janji</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">menyambutku<br />
kembali.</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">(Catatan<br />
Zulia, hal.5)</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Zab Bransan<br />
mantan anak muda yang pernah merasa hidup di era tahun 1980-an, kini merasa<br />
banyak kehilangan pada era zaman modern yang dikenal dengan “era milenial”.<br />
Adat dan istiadat telah hilang tergerus zaman. Pengaruh modernisasi telah<br />
mengalami pergeseran pada tatanan adat istiadat dalam masyarakat. Seperti tambo<br />
(beduk) yang hampir punah, hampil tidak dikenali lagi oleh anak muda zaman<br />
sekarang. Zab Bransah sangat merindukannya, agar semua itu kembali lagi seperti<br />
pada masa mudanya. Hal tersebut Zab Bransah ungkapkan dalam puisi bertajuk<br />
“Tambo” berikut:</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Lama sudah<br />
kerinduan padanya untuk</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">diperdengarkan<br />
kembali</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">nyanyian subuh<br />
untuk membangunkan kita</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">nyanyian para<br />
petani dan nelayan</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">pada tiap saat<br />
berbunyi sebagai pertanda.</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">(Catan Zulia,<br />
hal. 36)</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;">Begitulah<br />
sehimpun sajak <i>Catatan Zulia</i> ditulis sebagai sebuah ungkapan hati Zab<br />
Bransah. Sebagai sebuah catatan, layaknya seperti sebuah monumen sastra tanah<br />
air, yang akan selalu dikenang sepanjang masa. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-style: italic;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-style: italic;">Selain buku dia atas, buku <i>Panduan Zikir dan Doa Bersama </i>karya</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"><br />
Abuya Drs. Tgk. H. Djamaluddin Waly juga sebuah buku yang dapat dijadikan<br />
sebagai referensi untuk pembelajaran sastra kerifan lokal. Karena dalam buku<br />
ini memuat syair dalam bentuk bahasa ragam sastra yang indah. Seperti yang<br />
tertulis dalam beberapa bait syair berjudul “Sejarah Singkat Syekh Muda Waly”<br />
berikut ini: </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Rapat alim ulama di Darussalam </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Pada tahun 2009 tahun Masehi </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Memberi gelar Syaikhul Islam </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Untuk hamba Tuhan Syekh Muda Waly</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Dan terbaca<br />
pada bait berikutnya pada syair yang sama berikut :</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Tahun 2007<br />
di Masjid Raya Baiturrahman </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Melalui<br />
kajian Islam tingkat tinggi </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Para ulama Aceh telah menetapkan </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Al-Arif Billah untuk Syekh Muda Waly </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Tidak<br />
banyak sejarawan, kritikus sastra, maupun pengamat sastra yang mengetahui bahwa<br />
Abuya Drs. Djamaluddin Waly sebagai ulama Aceh yang juga piawai dalam menulis<br />
syair. Tidak diragukan bahwa beliau adalah seorang ulama Aceh yang sastrawan.<br />
Hal tersebut tergambar jelas dari isi buku yang ditulisnya, antara lain<br />
terdapat dalam buku yang keempat (4) yang rata-rata setiap judul materi ditulis<br />
dalam ragam bahasa sastra berbentuk syair 4 baris yang mirip pantun. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Jika<br />
provinsi Riau terkenal dengan ulama dan sastrawan Raja Ali Haji, maka Aceh<br />
memiliki sastrawan yang juga ulama hebat bernama Abuya Djamaluddin Waly. Jika<br />
rakyat Indonesia pernah kagum dengan ulama yang sastrawan seperti Haji Abdul<br />
Malik bin Abdul Karim Amrullah (HAMKA), maka Abuya Djamaluddin Waly adalah<br />
HAMKA-nya orang Aceh. Seperti kita juga kagum kepada sosok ulama dan sastrawan<br />
Ali Hasjmy, karena ulama-ulama itu adalah permata bangsa dan pewaris para nabi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Selain dalam syair di<br />
atas nilai sastra yang terkandung dalam buku Abuya Djamaluddin juga terdapat<br />
pada bait pertama (1) syair berjudul “Bapak Rohani” pada halaman 32 buku<br />
tesebut seperti tersusun rapi pada larik-larik berikut: </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Bapak Rohani memberi bimbingan </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Untuk mendapat hidayah Rabbi </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Mendekatkan<br />
diri kepada Tuhan </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Siang dan<br />
malam petang dan pagi</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Dan juga<br />
terkandung pada bait keenam (6) syair yang sama berikut ini: </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Cinta Tuhan<br />
dapat jaminan </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Dimasukkan<br />
dalam syurga tinggi </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Demikian<br />
hadis Nabi menjelaskan </span></p>
<p style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; mso-ansi-language: NL;">Kepada ummat<br />
Islam pengikut Nabi </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL;">Syair tersebut merupakan ragam karya sastra yang bernuansa sufi atau<br />
tasawuf seperti yang pernah ditulis oleh seorang ulama besar dan sastrawan sufi<br />
dari dunia sastra Arab bernama Rabiah al-Adawiyah yang dikutip Abuya<br />
Djamaluddin Waly pada lembaran kata mutiara halaman 60 buku keenam (6) jilid<br />
terakhir berikut ini: </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL;">“Ya Allah jika aku menyembah-Mu<br />
karena takut api neraka, bakarlah aku di neraka; Jika aku menyembah-Mu karena<br />
mengharapkan syurga, jauhkan aku dari syurga. Namun, jika aku menyembah-Mu<br />
karena-Mu, maka jangan Engkau jauhkan aku dari keindahan abadi” (Rabiah<br />
al-Adawiyah dalam Abuya Djamaluddin Waly, 2003:60).</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Selain<br />
buku-buku di atas, masih banyak lagi buku yang layak sebagai referensi pembelajaran<br />
sastra di sekolah. Seperti buku <i style="mso-bidi-font-style: normal;">Lagu Kelu<br />
</i>yang berkisah tentang gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Seperti salah<br />
satu judul puisi yang dinukilkan dalam buku tersebut </span><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL; mso-bidi-font-weight: bold;">“Tsunami Begitu Elok Namamu“,</span><b style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL;"> </span></b><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL;">demikianlah sebuah puisi yang berjudul begitu apik, namun<br />
tak seelok namanya, amuk tsunami mengerikan. Sebuah puisi yang ditulis oleh<br />
Damiri Mahmud bercerita tentang tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004<br />
yang terkumpul dalam antologi puisi <i>Lagu Kelu</i>, diterbitkan oleh Aliansi<br />
Sastrawan Aceh (ASA) tahun 2005. Puisi selain bagian dari genre (jenis) sastra<br />
ternyata juga menjadi rekaman dokumenter sejarah peradaban manusia. Penyair<br />
mencatat dan menuanggkan berbagai tragedi yang memalukan dan memilukan dalam<br />
puisinya. Lalu, puisi jadilah barang antik dan klasik yang menjadi bahan<br />
referensi bagi para penulis dan penikmat sejarah dalam sastra.</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL;">Selain Damiri Mahmud adalah<br />
Herman RN penyair asal Aceh Selatan yang mencatat tsunami lewat puisi yang<br />
berjudul “Laut berzikir” (<i>Harian Aceh</i></span><i><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">,</span></i><span lang="NL" style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: NL;"> 2009). </span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Dengan puisi tersebut Herman<br />
berpesan bahwa tsunami merupakan suatu teguran buat manusia, berarti Allah<br />
masih sangat menyayangi hamba-Nya. Bagi yang masih hidup, tentunya dapat<br />
mengambil pelajaran dari bencana dunia tersebut sehingga lahirnya perdamaian di<br />
tanah Aceh. Lain dari itu, Arafat Nur<span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp;<br />
</span>penyair dan novelis yang berdomisili di Lhokseumawe ini, merekam tsunami<br />
lewat puisi yang bertajuk “Perahu Nuh Itu Masih Ada“ (<i>Lagu Kelu</i>, 2009). </span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Masih<br />
dalam ikon sastra nasional, penyair sekaligus pendiri komonitas Aliansi<br />
Sastrawan Aceh (ASA) Doel CP Allisah menuangkan tragedi kemanusian yang<br />
menggugah hati nurani dunia ini lewat puisi berjudull “Ingatan” (puisi lomba<br />
Porseni Depag 2006 di Banda Aceh dan dalam <i>Lagu Kelu</i>) yang khusus<br />
didedikasikan kepada korban tsunami Aceh. Kisah tsunami dipaparkan Doel CP<br />
lewat larik-larik berikut: <i>Apa yang tersisa dari semua kenangan tentang<br />
kalian/ selain air mata dan doa kami yang tak putus-putus ?</i><span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp;&nbsp; </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Selain<br />
tsunami yang tak seelok namanya. Para penyair juga berteriak tentang damai<br />
lewat puisi dan igauan-igauan mimpi semalam. Lalu puisi menjadi mata air, embun<br />
pagi, penyejuk bagi yang kegerahan akan “damai bersulam bahagia, kita semua<br />
rindu, rindu kasih rindu damai”, demikian tentang damai Rosni Idham penyair<br />
asal Aceh Barat merindukan damai lewat ukiran manisnya “Doa Anak Bangsa“<br />
(majalah <i>Tingkap</i>, 2001) terukir indah dengan bahasa yang menggugah<br />
perasaan pada larik-larik bait terakhir berikut: <i>Tuhan rindu kami/ pada<br />
sejuk semilir yang pernah engkau alir/ Pada bening damai yang pernah engkau<br />
semai/ Pada sinar kasih sayang dalam alunan irama tembang/ Pada canda cinta<br />
sesama. </i><span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp;</span><span style="mso-bidi-font-weight: bold;"></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Pada<br />
bagian akhir tulisan ini sebuah puisi yang sangat indah. Goresan apik Nurdin F.<br />
Joes saya kutip dari antologi <i>Podium</i> karya M. Gade atau dengan nama pena<br />
Ade Ibrahim. Kumpulan puisi ini diberikan oleh penyair secara tidak sengaja<br />
kepada saya. Dalam sebuah acara pendidikan dan latihan guru Bahasa Indonesia di<br />
Medan pada Maret 2009. Antologi foto kopi puisi <i>Podium</i> ternyata sangat<br />
berguna bagi saya sebagai referensi tulisan ini. Berikut adalah puisi Nurdin F.<br />
Joes berbicara tentang damai yang tertera pada sampul antologi <i>Podium</i>. “<i>Rindu<br />
adalah tapak-tapak penyair. Melintasi padang yang tak terbatas. Melewati jutaan<br />
malam kelam tanpa peta dan alamat serta, menapaki segala peperangan,<br />
persengketaan lewat pertempuran-pertempuran. Para penyair, berangkatlah dengan<br />
rindu, cinta adalah peperangan: cinta adalah perdamaian”.</i></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">Demikianlah ulasan<br />
singkat ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pecinta dan penikmat sastra. Dengan<br />
harapan nantinya akan muncul genre (jenis) puisi katagori sastra sejarah atau<br />
puisi sejarah. Artinya dalam sastra sejarah adalah sastra yang berkisah tentang<br />
sejarah nasional, sejarah daerah, dan sejarah dunia. Sastra model ini akan<br />
membantu para siswa dan mahasiswa dalam proses pembelajaran sejarah dalam<br />
sastra.<i> </i><span style="mso-bidi-font-style: italic;">Dengan harapan agar<br />
buku-buku karya penulis Aceh lebih produktif dan bermanfaat sebagai referensi<br />
pembelajaran Bahasa dan Sastra di Aceh. Serta mengharap dukungan dari pihak<br />
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Pemerintah Aceh, Pengawas<br />
Sekolah, dan Guru. Dalam upaya pengembangan karya buku penulis Aceh berbasis<br />
kearifan lokal agar lebih produktif serta dapat digunakan sebagai panduan<br />
pembelajaran di sekolah demi peningkatan mutu pembelajaran Bahasa dan Sastra di<br />
sekolah. Terimasaih atas kerjasama yang baik dengan semua pihak. </span></span></p>
<p style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">&nbsp;</span></p>
<p style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify;"><b><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Riwayat<br />
Singkat Penulis</span></b></p>
<p style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;"><b>Hamdani,<br />
S.Pd</b>. Guru SMAN 1 Lhokseumawe dan Pemerhati Bahasa dan Sastra, Penulis buku<br />
Sajak Secangkir Air Mata (2019), Wajah Aceh dalam Puisi (2020), dan buku Jejak<br />
Dakwah Sultan Malikussaleh (2020). Karyanya dimuat dibeberapa media cetak dan<br />
online.</span></p>
<p><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">&nbsp;</span></p>
<p><b><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;">DAFTAR PUSTAKA</span></b></p>
<p style="line-height: normal; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Allisah, Doel<br />
CP. 2009. <i style="mso-bidi-font-style: normal;">Lagu Kelu. </i>Banda Aceh: ASA.</span></p>
<p style="line-height: normal; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Bransah, Zab.<br />
2018. <i style="mso-bidi-font-style: normal;">Catatan Zulia</i>. Lhokseumawe:<br />
Sefa Bumi Persada.</span></p>
<p style="line-height: normal; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Idris, Mahdi.<br />
2014. <i style="mso-bidi-font-style: normal;">Lagu di Persimpangan Jalan</i>.<br />
Lhokseumawe: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Utara.</span></p>
<p style="line-height: normal; text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; font-size: 12pt;">Waly,<br />
Djamaluddin. 2003. <i style="mso-bidi-font-style: normal;">Panduan Zikir dan Doa</i>.<br />
Banda Aceh: Majelis Zikir Alwaliyyah. </span></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://news.dikara.org/pendidikan-sastra-berbasis-kearifan-lokal-di-aceh-antara-tantangan-dan-harapan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
